"Ifandi Khainur Rahim itu siapa?"
Biasanya orang mengenal gue dari platform yang gue bangun, yaitu Satu Persen. Ya, gue adalah 'Evan dari Satu Persen'. Tapi perjalanan blog ini sebetulnya jauh dari itu, yaitu sejak tahun 2015.
Sejak 2015, gue udah memimpin dan membangun banyak organisasi dan bisnis
- 2015 - Ketua Angkatan Fakultas Psikologi UI (PSITASI)
- 2018 - Ketua BEM Fakultas Psikologi UI
- 2018 - Satu Persen
- 2020 - SP Collective -> Berisi 15 brand, mulai dari Satu Persen, Psychology of Finance, Transfer Wawasan Academy, Life Skills Indonesia, Life Consultation Indonesia, Self Knowledge ID, SewaPS (sewapsbandung.com, sewapsbali.com, sewapscirebon.com), House of Carl, Self Help Book ID, Mental Health Training ID, Player Dua, dan seterusnya.
Di tahun 2025 ini, kesibukan gue sebetulnya masih ngurusin group of companies di atas. Tapi karena memang bisnis gue lumayan banyak, cuan gue juga jadi lumayan banyak ya. Jadi gue bisa dibilang udah mencapai yang namanya kebebasan finansial lah sekarang.
Jadi waktu gue bisa lebih 'free' untuk gue nulis, ngurus investment, sekaligus ngejalanin hobi-hobi gue kayak main game, jadi human design reader + consultant, dan jadi agen asuransi (yes, gue juga adalah tarot reader, human design reader, dan insurance agent lol. Random kan? Yes memang hidup gue se-random itu gais).
Bisa dibilang, gua adalah orang yang suka nulis dan mikir sejak dulu. Pemikiran-pemikiran gue ini biasa gue tuangkan dalam tulisan dan juga dalam praktek leadership ketika gue mimpin organisasi.
Anyway, just in case lo yang tertarik jadi agen asuransi, lo bisa ke tulisan gue di sini (klik aja) Untuk yang mau daftar jadi nasabah asuransi Allianz di gue, bisa hubungi gue lewat email atau by WA di sini (evan@spcollective.id / 0851-6127-5910)
"Kenapa gue harus baca tulisan lo?"
Kalo untuk jawaban pertanyaan ini. Sebenernya... gak usah sih. Karena sejujurnya gua menganggap tulisan gua tuh gak bagus-bagus amat.
Kadang kalo gua nulis tuh suka kayak gini:
Pertama nulis, gua nganggep tulisan gua itu masterpiece (ea). Eh tapi setelah beberapa hari ngepublish dan baca lagi. Kadang gua tuh suka mikir: "Anjir kok tulisan gua kayak gini ya!". Setelah setahun berlalu dan gua baca lagi tulisan gua, eh gua malah pengen ngehapus tulisan-tulisan gua karena gua mikir tulisannya sampah. :(
Tapi meskipun gua sendiri kadang menganggap tulisan gua jelek. Bisa dibilang ada cukup banyak juga orang yang menganggap tulisan-tulisan gua itu bagus dan berkualitas. Fanpage blog ini pun dulu udah nyampe angka ribuan. Dan bahkan, ada beberapa orang yang bilang kalo mereka jatuh cinta dengan gua sehabis baca tulisan-tulisan gua.
![]() |
Ini salah satu contohnya |
Dan semakin banyak gua nulis, semakin banyak juga feedback positif (maupun negatif). Entah udah berapa ratus kali gua juga menerima ucapan terima kasih sekaligus kritik dan saran yang konstruktif ke email gua.
Dengan banyaknya feedback itu, bisa dibilang mungkin lo juga akan mendapatkan manfaat yang sama dari membaca tulisan gua. Atau, lo bisa jadi juga akan gak suka dengan tulisan gua. It depends. Tergantung selera lo.
Gini, gua mau cerita sedikit. Gua tuh dulu pernah bikin sebuah esai psikologi tentang sebuah fenomena sosial. Dan tahu gak apa yang menarik dari tulisan itu?
Ada satu dosen ngasih nilai esai tersebut cuman 50 (yang berarti gua gak lulus). Sementara ketika gua coba daftarkan esai tersebut ke lomba dengan 3 dosen lain sebagai jurinya (btw, dosen yang ngasih gua nilai 50 dan 3 dosen yang jadi juri itu berasal dari universitas dan jurusan yang sama, yaitu Psikologi UI). Tanpa disangka-disangka, esai gua jadi juara 1 di kompetisi tersebut.
That's why. Kalau dosen saja bisa subjektif dan punya selera, why can't you?
Intinya, kalo lo mau baca dan menganggap tulisan gua bermanfaat. Silakan baca terus. Bahkan gua menyarankan agar sekalian email gue aja sih di evan@spcollective.id. Gue suka ngobrol panjang dan filosofis, so make sure lo punya bahan yak kalo emang mau ngajak ngobrol wkwk.
Kalo lo gak mau baca atau kalo lo udah baca tulisan gua dan menganggap bahwa tulisan gua sampah. Ya silakan keluar dari website ini. Masih banyak penulis-penulis keren dan buku lain yang bisa lo baca (btw, gua juga ada list penulis dan buku keren. Kalo lo mau baca, ada kok beberapa review buku di list artikel website ini).
"Bentar-bentar, lo belum jawab pertanyaan gua: Lo sebenernya siapa sih??? Gimana cerita lo sampe akhirnya bisa sampe jadi kayak sekarang? Lo privileged gak sih?"
Kalo ditanya apakah gue privileged atau nggak, jawabannya nggak ya gais... gue bukan Putri Tanjung lol!
Btw, sedikit cerita tentang background gue pas masih miskin yah, sejak tahun 2015... wkwk.
Jadi gini, singkat cerita: Pas zaman SMA, gua adalah siswa blangsak yang cuma punya satu hobi, yaitu game online. Gua juga punya impian yang irasional, yaitu menjadi produser musik elektronik. Sayangnya gua gak punya equipment jadi gua gak pernah bisa jadi produser musik yang keren. Huhu.
Tapi setelah mencoba melakukan transformasi diri dan mencoba belajar. Alhamdulillah gua bisa keterima di Fakultas Psikologi UI di tahun 2015. Lo bisa baca cerita perjuangannya di sini (Baca: Sedikit Cerita tentang SBMPTN dan Jaket Kuning). Btw, cerita ini jadi juara di kompetisi Blog Zenius yang pertama di tahun 2015.
Sejak itu, karir gua lumayan melesat sih bisa dibilang (sebagai mahasiswa ya), baik secara organisasi, leadership, maupun lomba.
Sejak masuk UI, gue beberapa kali mengikuti lomba. Baik tingkat kampus, regional, maupun nasional. Karena gue suka nulis dan tulisan gua terus makin bagus (objectively speaking yah, jadi ini bukan narsis sih kayaknya wkwk), gua sempat beberapa kali memenangkan juara lomba menulis di berbagai kompetisi (sebut saja 2nd Annual Psychology Summit 2016, Psygames, Zenius Blog Competition, etc.)
Saat di kampus, gue menjabat jadi Ketua Angkatan. Jadi koordinator keilmuan nasional di ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia, intinya sih organisasi nasional mahasiswa Psikologi seluruh Indonesia).
Dan yang menurut gua paling keren (meskipun sekarang sih kayaknya ga dianggap keren ya) pas mahasiswa adalah: Gua bisa menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Psikologi UI pada tahun 2018. Ya, banyak orang yang menganggap kisah hidup gua sejak SMP itu "from zero to hero".
Setelah itu, sejak tahun 2015 gua mencoba membuat blog, yaitu blog ini. Blog ini awalnya gua sebut sebagai blog 'Filosofi Remaja'. Tapi karena gua udah bukan remaja lagi (wkwk). Akhirnya gua mengubah blog ini menjadi nama gua.
"Eh, kok pandangan elo di tulisan zaman dulu kayak "gini"? Tapi kok pas di tulisan sekarang-sekarang malah jadi beda?"
Nah, ini catatan buat temen-temen semua pas baca blog gua. Tolong jangan harap pemikiran gua akan selalu sama dari waktu ke waktu.
Sekali lagi, lo harus expect bahwa: Pemikiran gua selalu berkembang seiring berjalannya waktu.
Ini jadi disclaimer juga nih: Sesuatu yang gua tulis dulu, baik itu beberapa hari lalu, bulan lalu, apalagi bertahun-tahun lalu tentu bukan merupakan pemikiran gua sekarang. Bisa jadi dulu gua setuju/gak setuju banget terhadao suatu isu, tapi bisa jadi juga sekarang pemikiran gua berubah.
Jadi contohnya gini: Bisa aja di tahun 2014 gue suka banget sama Jokowi, tapi di tahun 2024, gue jadi anak abah alias dukung Anies. ((Disclaimer: Ini contoh aja yak, bukan berarti gue kaum 58% atau anak abah WKWKWKWK))
Intinya sih, gitu. Tulisan di website ini hanyalah refleksi diri gua dari waktu ke waktu. Jangan anggap gua punya ideologi tertentu karena lo bakal pusing. Gua gak memandang dunia ini atas basis ideologi -> Everything is contextual.
Pemikiran gua juga terus berkembang seiring dengan kejadian yang gua alami dan berbagai buku baru yang gua baca. So, saran gua ketika lo ngeliat tulisan gua adalah: Ambil aja yang baik, dan buang yang buruk.
Ketika lo masuk ke website ini, lo secara gak langsung sudah setuju untuk membuka lembaran hidup gua. Yang tentunya sangat dinamis, gak statis.
Intinya sih, gitu. Tulisan di website ini hanyalah refleksi diri gua dari waktu ke waktu. Jangan anggap gua punya ideologi tertentu karena lo bakal pusing. Gua gak memandang dunia ini atas basis ideologi -> Everything is contextual.
Pemikiran gua juga terus berkembang seiring dengan kejadian yang gua alami dan berbagai buku baru yang gua baca. So, saran gua ketika lo ngeliat tulisan gua adalah: Ambil aja yang baik, dan buang yang buruk.
Ketika lo masuk ke website ini, lo secara gak langsung sudah setuju untuk membuka lembaran hidup gua. Yang tentunya sangat dinamis, gak statis.
Jadi jangan harap juga sikap gua terhadap suatu isu tertentu bakalan sama dari waktu ke waktu. Nggak, boy! Nggak ya~
"Kalo gua mau baca tulisan lo, gua harus mulai dari mana?"
Kalo saran gua sih, lo mulai dengan buka link ini (List Artikel). Abis lo buka, lo tinggal cari judul yang menurut lo menarik. Setelah itu lo bisa baca tulisan itu sampe abis.
Kalo lo gak terlalu suka baca, lo bisa buka website atau channel YouTube Satu Persen. Satu Persen adalah perusahaan yang gua bikin untuk mengajari hal-hal penting yang belum diajarkan di sekolah. Konten video di Satu Persen sebetulnya merefleksikan filosofi hidup yang gua miliki, tapi kontennya gak se-"berat" dan se-"kompleks" yang gua tulis di sini.
Kalo tulisan di sini tuh target pasarnya emang buat orang-orang yang suka baca dan berpikir keras, sekaligus suka ditampar (secara intelektual wkwk). Kalo Satu Persen itu target pasarnya ya buat orang mayoritas lah. Itu lebih friendly daripada tulisan gua di sini.
Tulisan gue di sini isinya nampar dan ngegoblok-goblokin orang. Kalo lo suka digoblok-goblokin, ditampar, dan diabuse, lo bisa baca website ini sampe abis. Kalo lo lebih suka konten yang lebih ringan (sebenernya tetep berat sih, cuman gak ngegampar-gamparin orang aja HAHA), silakan cek Satu Persen (klik di sini!).
Anyway, selain Satu Persen, gue juga sering ngonten di:
- House of Carl, di sini biasanya gue ngomongin soal konflik gender, gender equality, dan juga maskulinitas laki-laki
- Psychology of Finance, di sini lebih ke platform gue untuk edukasi finansial dan asuransi
- Self Knowledge ID, nah kalo di sini lebih ke pandangan gue yang lumayan 'spiritual', atau beberapa orang bilangnya ya 'logika mistika' ya wkwkwk. Yes, I do believe in astrology, new age stuff, law of attraction, dan 'human design'. Bahkan gue juga adalah tarot reader dan human design reader, consultant, and practitioner. Jadi, kalo lo mau dibacain... juga bisa kontak email gue (for private consultation - lebih mahal) or DM ke @selfknowledge.id di Instagram...
"Eh, gua ada acara/project yang kayaknya seru kalo lo jadi narasumber! Kalo gua mau ngundang lo, gimana ya prosedurnya?'
Oke, pertama-tama, alasan kenapa gua ngebuat tulisan ini juga adalah karena: Makin lama makin banyak nih yang ngundang gua jadi pembicara! Hahahah. Di satu sisi, gua seneng, karena ternyata ada yang pengen ngundang gua jadi pembicara. Dan karena knowledge yang gua punya ternyata bermanfaat buat banyak orang.
Anyway, ada cerita lucu. Jadi gue pernah ngisi 3 TEDx di kampus berbeda, dan semuanya ngundang gue, like wtf??? Siapa coba orang yang udah ngisi 3 TEDx seumur hidupnya. Aneh banget sih emang, and by the way, lo bisa cari lho nama gue 'Ifandi Khainur Rahim TEDx' wkwkwk. Jadi emang sejak tahun 2021 sih kayaknya, demand untuk ngundang gue sebagai pembicara keknya cukup kenceng...
Tapi di sisi lain, gua juga jadi ribet, karena orang-orang ngundang gua tuh beda-beda gitu caranya. Dengan kata lain, gak terstandar lah:( Ada yang ngundang dan ngontak gua via WhatsApp, LINE, dan yang paling kocak itu ada yang via Instagram doang. Ya, beneran cuman DM-an via IG doang! Bahkan sampe hari H acara dan setelah acara. Wkwkwk.
Nah, menurut gua lebih enak nih kalo gua bikin sebuah standardisasi. Biar kalo ada orang yang minta gua jadi pembicara, gua bisa refer mereka ke page ini. Biar orang yang ngundang gua juga tahu prosedur ngundang dan expertise gua kayak gimana, supaya bisa sama-sama enak pas bikin acaranya.
Oke, jadi berikut ini adalah list hal-hal yang perlu lo ketahui sebelum lo ngundang gua buat jadi pembicara:
1. Expertise Seorang Ifandi Khainur Rahim
Lo harus baca dulu expertise gua di sini. Gak jarang gua nolak undangan untuk jadi pembicara karena emang topiknya tuh bukan expertise gua untuk ngomong. Oke, jadi expertise gua itu berkaitan sama:
a. Psikologi. Yep, gua bisa bilang gua cukup menguasai materi-materi seputar psikologi, basicly karena gua S1 Psikologi sih. Biasanya gua bakal tahu banyak tentang materi:
- Filsafat Psikologi
- Sejarah dan Aliran Psikologi
- Mental Health
- Krisis Identitas
- Self Knowledge
- Motivasi
- Psikologi pendidikan (yang gak kognitif dan ngomongin otak banget tapi)
- Common Mental Health Problems
- Dan berbagai topik psikologi lainnya
Tapi inget, gua bukan Psikolog (S2 Psikologi Profesi). Jadi gua gak bisa ngasih konsultasi klinis atau bawain materi yang cuman S2 yang bisa bawain. Tapi harusnya sih Sarjana Psikologi kayak gua udah cukup kompeten lah buat ngebawain seminar. Karena seminar kan mainnya di ranah kognitif (awareness pengetahuan doang). Harusnya sih untuk banyak topik bisa aman lah gua bawain.
b. Leadership and Management. Nah, gua juga bisa bilang bahwa gua expert di sini. Selain karena gua adalah ex-Ketua BEM Fakultas Psikologi UI dan ex-Koordinator Kajian Nasional ILMPI. Gua juga sekarang sedang menjadi CEO di sebuah startup bernama Satu Persen.
Gua bisa sharing banyak banget soal leadership, mulai dari gimana cara nge-manage orang, cara berpikir strategis, gimana bikin SOP di sebuah organisasi, gimana cara kerja yang baik, gimana bikin culture perusahaan jadi healthy (gak toxic), bahkan sampe gimana caranya untuk gak stress ketika jadi leader. Dan banyak lagi ya!
Yah banyak lah yang bisa gua share dari sini. Lo juga bisa nanya pengalaman gua di business development pas gua kerja di Ibunda. Selain itu juga gua pernah jadi Product Manager di Zenius Education. Cukup banyak lah pengalaman gua di leadership sehingga gua bisa bilang bahwa gua pede bawain materi ginian :)
Tapi di sisi lain, gua juga jadi ribet, karena orang-orang ngundang gua tuh beda-beda gitu caranya. Dengan kata lain, gak terstandar lah:( Ada yang ngundang dan ngontak gua via WhatsApp, LINE, dan yang paling kocak itu ada yang via Instagram doang. Ya, beneran cuman DM-an via IG doang! Bahkan sampe hari H acara dan setelah acara. Wkwkwk.
Nah, menurut gua lebih enak nih kalo gua bikin sebuah standardisasi. Biar kalo ada orang yang minta gua jadi pembicara, gua bisa refer mereka ke page ini. Biar orang yang ngundang gua juga tahu prosedur ngundang dan expertise gua kayak gimana, supaya bisa sama-sama enak pas bikin acaranya.
Oke, jadi berikut ini adalah list hal-hal yang perlu lo ketahui sebelum lo ngundang gua buat jadi pembicara:
1. Expertise Seorang Ifandi Khainur Rahim
Lo harus baca dulu expertise gua di sini. Gak jarang gua nolak undangan untuk jadi pembicara karena emang topiknya tuh bukan expertise gua untuk ngomong. Oke, jadi expertise gua itu berkaitan sama:
a. Psikologi. Yep, gua bisa bilang gua cukup menguasai materi-materi seputar psikologi, basicly karena gua S1 Psikologi sih. Biasanya gua bakal tahu banyak tentang materi:
- Filsafat Psikologi
- Sejarah dan Aliran Psikologi
- Mental Health
- Krisis Identitas
- Self Knowledge
- Motivasi
- Psikologi pendidikan (yang gak kognitif dan ngomongin otak banget tapi)
- Common Mental Health Problems
- Dan berbagai topik psikologi lainnya
Tapi inget, gua bukan Psikolog (S2 Psikologi Profesi). Jadi gua gak bisa ngasih konsultasi klinis atau bawain materi yang cuman S2 yang bisa bawain. Tapi harusnya sih Sarjana Psikologi kayak gua udah cukup kompeten lah buat ngebawain seminar. Karena seminar kan mainnya di ranah kognitif (awareness pengetahuan doang). Harusnya sih untuk banyak topik bisa aman lah gua bawain.
b. Leadership and Management. Nah, gua juga bisa bilang bahwa gua expert di sini. Selain karena gua adalah ex-Ketua BEM Fakultas Psikologi UI dan ex-Koordinator Kajian Nasional ILMPI. Gua juga sekarang sedang menjadi CEO di sebuah startup bernama Satu Persen.
Gua bisa sharing banyak banget soal leadership, mulai dari gimana cara nge-manage orang, cara berpikir strategis, gimana bikin SOP di sebuah organisasi, gimana cara kerja yang baik, gimana bikin culture perusahaan jadi healthy (gak toxic), bahkan sampe gimana caranya untuk gak stress ketika jadi leader. Dan banyak lagi ya!
Yah banyak lah yang bisa gua share dari sini. Lo juga bisa nanya pengalaman gua di business development pas gua kerja di Ibunda. Selain itu juga gua pernah jadi Product Manager di Zenius Education. Cukup banyak lah pengalaman gua di leadership sehingga gua bisa bilang bahwa gua pede bawain materi ginian :)
Oh ya, gue juga sudah tersertifikasi sebagai CHRP alias Certified Human Resource Professional. Jadi secara keilmuan, sudah proven sih bisa dibilang.
c. Content Making (writing, blogging, youtube, video-producing, podcast, etc.). Bisa dibilang kalo gua tuh udah ngeblog dari SMA. Pas kuliah juga gua sempet banyak nulis dan jadi juara di berbagai kejuaraan menulis. Ohya, gua juga jadi Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis lho pas kuliah (kalo lo gak tahu, Departemen Kastrat itu departemen tukang nulis kajian dan analisis kebijakan buat dikasih ke pemerintah, dekan, dan stakeholder semacamnya).
Belum lagi, pekerjaan gua saat kuliah dan setelah lulus juga langsung jadi content writer (di Mamikos, Ibunda, dan Zenius Education). Di Zenius juga gua sempet jadi Video Producer-nya, jadi ya bisa dibilang gua udah tahu lah seluk-beluk gimana bikin konten yang baik.
Lo juga bisa nanya ke gua gimana workflow video editing, gimana manage konten di berbagai platform media sosial, dan juga gimana ngembangin konten lo di media sosial (especially Blog, Wordpress, dan Youtube ya!). Karena ya Betterself (dulu Satu Persen) juga bisa berkembang sampe ke puluhan ribu subscriber itu awalnya kontribusi gua sendiri (one-man-show).
c. Content Making (writing, blogging, youtube, video-producing, podcast, etc.). Bisa dibilang kalo gua tuh udah ngeblog dari SMA. Pas kuliah juga gua sempet banyak nulis dan jadi juara di berbagai kejuaraan menulis. Ohya, gua juga jadi Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis lho pas kuliah (kalo lo gak tahu, Departemen Kastrat itu departemen tukang nulis kajian dan analisis kebijakan buat dikasih ke pemerintah, dekan, dan stakeholder semacamnya).
Belum lagi, pekerjaan gua saat kuliah dan setelah lulus juga langsung jadi content writer (di Mamikos, Ibunda, dan Zenius Education). Di Zenius juga gua sempet jadi Video Producer-nya, jadi ya bisa dibilang gua udah tahu lah seluk-beluk gimana bikin konten yang baik.
Lo juga bisa nanya ke gua gimana workflow video editing, gimana manage konten di berbagai platform media sosial, dan juga gimana ngembangin konten lo di media sosial (especially Blog, Wordpress, dan Youtube ya!). Karena ya Betterself (dulu Satu Persen) juga bisa berkembang sampe ke puluhan ribu subscriber itu awalnya kontribusi gua sendiri (one-man-show).
d. Human Design (basically astrology, new age quantum physics, dan new age stuff). Gue udah jadi Certified Human Design Reader dan Consultant ya... selama tahun 2023-2024 juga gue lumayan fokus sih untuk mendalami keilmuan di sini.
e. Personal Finance. Sejak tahun 2022 s/d sekarang, kalo lo notice, di Satu Persen gue banyak banget ngebahas soal finance. Dan seiring berjalannya waktu, karena kekayaan gue juga bertambah terus, basically gue juga udah jadi semacam 'investor' duit gue sendiri yang sudah gue lipatgandakan, entah itu di aset low risk kayak emas, reksadana, deposito, sampe ke aset high risk kayak saham, crypto, dan forex.
Gue juga udah bekerjasama baik secara langsung maupun gak langsung (through my companies) dengan puluhan organisasi atau perusahaan di industri finansial, mulai dari IPOT, Bibit, blu by BCA Digital, Valbury Futures, Pluang, Ajaib, Krom, SeaBank, Mega Insurance, dll.
Gue pribadi juga adalah agen asuransi di Allianz, gue certified di AAJI (asuransi jiwa, kesehatan, dan unitlink non-syariah) dan AASI (asuransi jiwa, kesehatan, dan unitlink syariah)
Gue sendiri sudah pernah mengikuti pendidikan sebagai CFP alias certified financial planner, tapi gue jujur belum ujian (karena mager wkwkwk). Jadi baru ikut pendidikannya doang, gue sempet ikut di FEUI. Jadi secara keilmuan memang belum proven, tapi kalo track record sebagai praktisi dan 'influencer finansial' (wkwkwk, I actually hate using the word 'influencer', tapi ya gimana ya), ya lo bisa liat sendiri lah konten-konten gue di akun Satu Persen dan Psychology of Finance.
Oke, jadi itu adalah expertise gua. Pastikan kalo lo mengundang gua, ada irisan lah materinya sama expertise gua. Jadi gua enak bawain materinya. Dan kalaupun gak ada irisannya sama sekali nih, lo juga bisa sih ngeliat karya-karya gua di channel Youtube perusahaan gua, artikel blog gua, dsb.
Kalo sekiranya gua kompeten, ya gak apa-apa, undang aja. Tapi kalo gua gak pernah ngomongin tentang materi yang lo pengen gua bawain (misalnya materi kayak "Cara Mengaji yang Benar", atau "Cara Bawa Mobil sambil Ngedrift"), ya gua bakal susah lah bawainnya. :(
2. Pembawaan Materi: Bentuknya Gimana?
Lo juga harus tahu nih, bentuk pembawaan materinya gimana. Biasanya sih bentuknya di antara berikut ini:
2. Pembawaan Materi: Bentuknya Gimana?
Lo juga harus tahu nih, bentuk pembawaan materinya gimana. Biasanya sih bentuknya di antara berikut ini:
Training
Untuk training, biasanya gue bawa sambil praktek ya. Dan jumlah pesertanya harusnya di bawah 50. Jatohnya hands-on dan sangat interaktif.
Biasanya sih gue training perusahaan soal expertise gue. Kayak di tahun 2023 gue pernah ngelatih LPT UI soal cara ngebangun channel YouTube. Atau di tahun 2024 gue pernah training media companies di Indonesia tentang gimana cara pake AI.
Seminar, Talkshow, atau Diskusi Publik
Kalo seminar, biasanya pesertanya banyak, lebih dari 30. Tapi ya materinya bakal cenderung satu arah. Gua bawa materi sekian menit, terus tanya jawab dikit. Karena orangnya banyak, jadi gak bisa se-interaktif gitu.
Bedanya dengan talkshow atau diskusi publik adalah pembawaan materinya. Kalo seminar, gua bawain pake presentasi, kalo talkshow atau diskusi publik, gua bakal ditanya-tanya sama moderator tentang isu tertentu yang bakal dibahas. Ya kurang lebih sama lah, sifatnya satu arah. Dan nanti biasanya ada tanya jawab juga dikit di akhir acara.
Selain offline, bentuknya juga bisa online. Misalnya kuliah WhatsApp atau diskusi di LINE/Telegram.
3. Prosedur Mengundangnya Gimana?
Gampang, lo tinggal cek website Satu Persen (klik di sini!).
Atau langsung kontak gue aja (Email: evan@spcollective.id / WhatsApp: +62-8151-6127-5910)
Gampang banget kan? Mantab!
Gampang, lo tinggal cek website Satu Persen (klik di sini!).
Atau langsung kontak gue aja (Email: evan@spcollective.id / WhatsApp: +62-8151-6127-5910)
Gampang banget kan? Mantab!